Selasa, 09 Oktober 2018


Mencegah Maraknya Plagiasi di Kalangan Mahasiswa

Lutfiah Maulidia
S.Tr Keperawatan Lawang
lutfiahmaulidia00@gmail.com


            Untuk mendukung artikel yang baik dan benar, maka seseorang perlu memperhatikan hal-hal yang dapat mendukung pembuatan artikel tersebut. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sudah dijelaskan tahap-tahapnya, antara lain seperti yang dijelaskan berikut ini.
Mencegah Plagiasi
Kutipan langsung adalah suatu tindakan menyalin satu kalimat atau lebih dari penulis asli (pertama), sedangkan kutipan tidak langsung adalah suatu tindakan menyalin ide penulis asli (pertama) dengan gaya tulisan yang berbeda tetapi mengandung inti yang sama (Widyartono: 2017). Tetapi jika menyalin suatu karya orang lain tanpa mencantumkan nama penulis pertama itu disebut dengan tindakan plagiasi. Menurut Anggrahini (2018) “menggabung-gabungkan karya orang lain dari banyak sumber menjadi suatu karya ilmiah tanpa adanya kontribusi penulis secara signifikan”. “Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, mahasiswa mendapatkan kemudahan dalam mengakses informasi. Akhirnya terjebak pada euforia penyelesaian tugas secara instan. Berbagai ide/pikiran orang lain disalin dan ditimpa tanpa melalui prosedur penulisan kutipan yang benar” (Widyartono; 2017). Hal semacam itu sudah marak bahkan sudah menjadi kebiasaan sebagian mahasiswa dalam menyelesaikan tugasnya karena dianggap menyingkat waktu. Tetapi para mahasiswa tidak memikirkan bagaimana hasil artikel yang benar, baik, dan berkualitas. Sebaiknya segera menghentikan kebiasaan buruk ini, disamping membentuk mental mahasiswa menjadi seorang plagiator, tindakan ini juga merugikan karena dapat mecemari nama baik diri sendiri dan merugikan penulis. Mulailah mempelajari bagaimana cara membuat artikel yang baik dan benar sehingga mahasiswa tidak terus terbiasa dengan sifat plagiator. Oleh karena itu pembelajaran Bahasa Indonesia dinilai sangat perlu. Gunakan aplikasi seperti smaalseotools dalam membantu penyelesaian tugas untuk membuktikan apakah artikel tersebut plagiasi atau tidak. Aplikasi ini sangat disarankan setiap kali membuat artikel agar tidak dicap sebagi seorang plagiator.
Menghindari Plagiasi dengan Cara Mengutip
            Untuk menghindari adanya plagiasi dalam pembuatan artikel, gunakanlah kutipan. Ada dua model kutipan yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung, kutipan langsung adalah tindakan menyalin kata kurang dari 40 kata dan dicirikan adanya tanda kutip (“) di awal sampai akhir kalimat. Sedangkan kutipan tidak langsung adaalah tindakan yang menggunakan teknik paraphrasing (menulis pendapat dalam artikel lain dengan menggunakan kalimat sendiri tapi intinya tetap sama) (Suganda, 2006).
Cara Menulis Daftar Rujukan dengan Berbagai Versi
            Dikutip dari buku Widyartono (2018: 68) “istilah daftar rujukan berbeda dengan daftar pustaka. Daftar rujukan ini ditulis jika dalam tulisan memang menggunakan rujukan dari orang lain/ menggunakan kutipan”. Dapat dicontohkan dengan pembuatan daftar rujukan dalam media buku. Yang harus ditulis pertama adalah nama penulis, tahun penulisan, judul buku yang dikutip, kota penerbit buku, dan nama penerbit. Sedangkan jika mengutip dalam media elektronik seperti internet (blog, situs), hal yang ditulis diantaranya nama penulis, tahun akses, judul artikel, alamat situs, dan tanggal ketika diakses. Dan masih banyak cara penulisan dari sumber lain.
Rujukan Referensi
            “Terdapat ribuan sampai jutaan di Internet tulisan abalabal dan diterbitkan oleh penerbit perusak yang mencoba mengeruk keuntungan dari kesulitan menulis” (Nasution, 2017). Namun ada beberapa referensi google yang baik untuk dikutip dalam artikel, antara lain https://scholar.google.go.id/, http://garuda.ristekdikti.go.id/, https://www.researchgate.net/, https://doaj.org/. Referensi-referensi tersebut dapat digunakan dalam pembuatan sebuah artikel karena merupakan hasil penelitian yang terbaru dibanding dengan sumber referensi lain.



Daftar Rujukan

Anggrahini, S. 2018. Metodologi Penilitian,  (file:///C:/Users/10/Downloads/Documents/Kuliah-Metopen-S1-2018.pdf),       diakses tanggal 23 Agustus 2018.
Nasution, M. K. M. 2017. Carut Marut Menulis Karya Ilmiah,            (file:///C:/Users/10/Downloads/Documents/2016-Waspada-1.pdf), diakses tanggal 15 Mei 2017.
Suganda, T. 2006. Perihal Plagiarisme dalam Artikel Ilmiah,            (file:///C:/Users/10/Downloads/Documents/Perihal-Plagiarisme-dalam         Artikel-Ilmiah-Agrikultura-17161-164.pdf), diakses tanggal 3 Desember 2006.
Widyartono, D. 2017. MODEL PEMBELAJARAN MENULIS KUTIPAN           BERBASIS BLENDED LEARNING,  (https://www.researchgate.net/publication/320554079MODELPEMBELA            JARAN_MENULIS_KUTIPAN_BERBASIS_BLENDED_LEARNING), diakses 22 Oktober 2017.
Widyartono, D. 2018. PANDUAN MENULIS KARYA ILMIAH DI         PERGURUAN TINGGI. Malang: Universitas      Negeri Malang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar