Mencegah
Maraknya Plagiasi di Kalangan Mahasiswa
Lutfiah Maulidia
S.Tr Keperawatan Lawang
lutfiahmaulidia00@gmail.com
Untuk
mendukung artikel yang baik dan benar, maka seseorang perlu memperhatikan
hal-hal yang dapat mendukung pembuatan artikel tersebut. Dalam pembelajaran
Bahasa Indonesia sudah dijelaskan tahap-tahapnya, antara lain seperti yang
dijelaskan berikut ini.
Mencegah
Plagiasi
Kutipan langsung adalah
suatu tindakan menyalin satu kalimat atau lebih dari penulis asli (pertama),
sedangkan kutipan tidak langsung adalah suatu tindakan menyalin ide penulis
asli (pertama) dengan gaya tulisan yang berbeda tetapi mengandung inti yang
sama (Widyartono: 2017). Tetapi jika
menyalin suatu karya orang lain tanpa mencantumkan nama penulis pertama itu disebut
dengan tindakan plagiasi. Menurut Anggrahini (2018) “menggabung-gabungkan
karya orang lain dari banyak sumber menjadi suatu karya ilmiah tanpa adanya
kontribusi penulis secara signifikan”. “Seiring perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi, mahasiswa mendapatkan kemudahan dalam mengakses
informasi. Akhirnya terjebak pada euforia penyelesaian tugas secara instan.
Berbagai ide/pikiran orang lain disalin dan ditimpa tanpa melalui prosedur
penulisan kutipan yang benar” (Widyartono; 2017). Hal semacam itu sudah marak
bahkan sudah menjadi kebiasaan sebagian mahasiswa dalam menyelesaikan tugasnya
karena dianggap menyingkat waktu. Tetapi para mahasiswa tidak memikirkan
bagaimana hasil artikel yang benar, baik, dan berkualitas. Sebaiknya segera
menghentikan kebiasaan buruk ini, disamping membentuk mental mahasiswa menjadi
seorang plagiator, tindakan ini juga merugikan karena dapat mecemari nama baik
diri sendiri dan merugikan penulis. Mulailah mempelajari bagaimana cara membuat
artikel yang baik dan benar sehingga mahasiswa tidak terus terbiasa dengan
sifat plagiator. Oleh karena itu pembelajaran Bahasa Indonesia dinilai sangat
perlu. Gunakan aplikasi seperti smaalseotools dalam membantu penyelesaian tugas
untuk membuktikan apakah artikel tersebut plagiasi atau tidak. Aplikasi ini
sangat disarankan setiap kali membuat artikel agar tidak dicap sebagi seorang
plagiator.
Menghindari
Plagiasi dengan Cara Mengutip
Untuk menghindari
adanya plagiasi dalam pembuatan artikel, gunakanlah kutipan. Ada dua model
kutipan yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung, kutipan langsung
adalah tindakan menyalin kata kurang dari 40 kata dan dicirikan adanya tanda
kutip (“) di awal sampai akhir kalimat. Sedangkan kutipan tidak langsung
adaalah tindakan yang menggunakan teknik paraphrasing (menulis pendapat dalam
artikel lain dengan menggunakan kalimat sendiri tapi intinya tetap sama)
(Suganda, 2006).
Cara
Menulis Daftar Rujukan dengan Berbagai Versi
Dikutip
dari buku Widyartono (2018: 68) “istilah daftar rujukan berbeda dengan daftar
pustaka. Daftar rujukan ini ditulis jika dalam tulisan memang menggunakan
rujukan dari orang lain/ menggunakan kutipan”. Dapat dicontohkan dengan pembuatan
daftar rujukan dalam media buku. Yang harus ditulis pertama adalah nama
penulis, tahun penulisan, judul buku yang dikutip, kota penerbit buku, dan nama
penerbit. Sedangkan jika mengutip dalam media elektronik seperti internet
(blog, situs), hal yang ditulis diantaranya nama penulis, tahun akses, judul
artikel, alamat situs, dan tanggal ketika diakses. Dan masih banyak cara
penulisan dari sumber lain.
Rujukan
Referensi
“Terdapat
ribuan sampai jutaan di Internet tulisan abalabal dan diterbitkan oleh penerbit
perusak yang mencoba mengeruk keuntungan dari kesulitan menulis” (Nasution,
2017). Namun ada beberapa referensi google yang baik untuk dikutip dalam
artikel, antara lain https://scholar.google.go.id/,
http://garuda.ristekdikti.go.id/,
https://www.researchgate.net/,
https://doaj.org/.
Referensi-referensi tersebut dapat digunakan dalam pembuatan sebuah artikel
karena merupakan hasil penelitian yang terbaru dibanding dengan sumber
referensi lain.
Daftar
Rujukan
Anggrahini,
S. 2018. Metodologi Penilitian, (file:///C:/Users/10/Downloads/Documents/Kuliah-Metopen-S1-2018.pdf), diakses tanggal 23 Agustus 2018.
Nasution,
M. K. M. 2017. Carut Marut Menulis Karya Ilmiah, (file:///C:/Users/10/Downloads/Documents/2016-Waspada-1.pdf),
diakses tanggal 15 Mei 2017.
Suganda,
T. 2006. Perihal Plagiarisme dalam Artikel Ilmiah, (file:///C:/Users/10/Downloads/Documents/Perihal-Plagiarisme-dalam Artikel-Ilmiah-Agrikultura-17161-164.pdf),
diakses tanggal 3 Desember 2006.
Widyartono,
D. 2017. MODEL PEMBELAJARAN MENULIS KUTIPAN BERBASIS
BLENDED LEARNING, (https://www.researchgate.net/publication/320554079MODELPEMBELA JARAN_MENULIS_KUTIPAN_BERBASIS_BLENDED_LEARNING), diakses 22
Oktober 2017.
Widyartono,
D. 2018. PANDUAN MENULIS KARYA ILMIAH DI PERGURUAN
TINGGI. Malang: Universitas Negeri
Malang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar