KURANGNYA PERAN PARA REMAJA DALAM PENGGUNAAN BAHASA
INDONESIA
Lutfiah Maulidia
S.Tr Keperawatan
Lawang Tk I
Kalangan
anak muda kini telah dipengaruhi budaya luar. Hal itu terjadi karena kemajuan
teknologi yang membuat para remaja bebas mengakses tontonan melalui internet.
Penyebab lain juga disebabkan oleh lingkungan dan minimnya pendidikan.
Pada
umumnya remaja kini sedang menggandrungi drama korea. Menurut mereka para
K-Popers (penggemar korea), menonton drakor (drama korea) mendapat kepuasan tersendiri
dengan alasan berbagai macam, seperti para pemain yang tampan dan cantik, kisah
percintaan yang menarik, dll. Sehingga menyebabkan ketertarikan sendiri yang
perlahan mulai mengikuti kisah tersebut untuk diimplementasikan dalam kehidupan
nyata. Dengan demikian remaja menjadi penasaran dengan budaya-budaya mereka.
Awalnya kebiasaan orang korea ditiru kemudian mulai mempelajari Bahasa Korea,
sehingga Bahasa Indonesia perlahan tergantikan. Hal ini yang miris di kalangan
remaja.
Memiliki pendidikan yang baik juga perlu, agar mengerti penggunaan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Biasanya di pedesaan, dapat ditemukan masyarakat
yang jarang menggunakan Bahasa Indonesia. Bahkan ada yang tidak dapat
menggunakannya karena sejak dini terbiasa menggunkan Bahasa Daerah
masing-masing. Memang hal ini baik karena Bahasa daerah merupakan budaya
bangsa, namun perlu diperhatikan bahwa pendidikan Bahasa Indonesia juga sangat
penting untuk diajarkan sejak dini.
Kurangnya pengendalian diri juga menjadi salah satu akibat pudarnya
Bahasa Indonesia dikalangan generasi muda saat ini. Diusia remaja biasanya
memiliki sifat keingintahuan yang tinggi terhadap suatu hal dan lebih mudah
terpengaruh. Peran orang tua dinilai penting bagi pertumbuuhan para remaja agar
tidak mudah terpengaruh dengan tontonan yang dapat memudarkan budaya dan Bahasa
Indonesia.
Oleh karena itu, memiliki pendidikan yang baik dan dapat mengendalikan
diri sendiri itu sangat penting untuk mencegah pudarnya Bahasa Indonesia. Agar
generasi penerus bangsa tidak mudah dirusak oleh budaya-budaya luar dengan
memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar